<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>^-^ rumah virtual</title>
	<atom:link href="http://abuzahrah96.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuzahrah96.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2009 07:02:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abuzahrah96.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>^-^ rumah virtual</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abuzahrah96.wordpress.com/osd.xml" title="^-^ rumah virtual" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abuzahrah96.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Urutan Madu Terbaik</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/27/urutan-madu-terbaik/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/27/urutan-madu-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 06:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[nabawy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Para ilmuwan telah berhasil melakukan penelitian tentang jenis-jenis madu yang terbaik. Mereka menyimpulkan bahwa jenis madu yang terbaik adalah jenis madu yang diambil dari gunung, kemudian pada urutan berikutnya adalah baca selanjutnya yang jenis madu yang diambil dari kayu, kemudian setelahnya adalah jenis madu yang diambil dari perumahan manusia. Hal ini selaras dengan urutan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=32&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align='justify'>
Para ilmuwan telah berhasil melakukan penelitian tentang jenis-jenis madu yang terbaik. Mereka menyimpulkan bahwa jenis madu yang terbaik adalah jenis madu yang diambil dari gunung, kemudian pada urutan berikutnya  adalah <span id="more-32"></span> baca selanjutnya yang jenis madu yang diambil dari kayu, kemudian setelahnya adalah jenis madu yang diambil dari perumahan manusia. Hal ini selaras dengan urutan yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat an-Nahl ayat 68.</p>
<p>Allah ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p>وأوحى ربك إلى النحل أن اتخذي من الجبال بيوتاً ومن الشجر ومما يعرشون</p>
<p>&#8220;Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, &#8216;buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia&#8217;.&#8221; (An-Nahl: 68)</p>
<p>(100 Mukjizat Islam, Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=32&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/27/urutan-madu-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merokok, apa untungnya?</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/26/merokok-apa-untungnya/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/26/merokok-apa-untungnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 03:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai wacana tentang benda yang sering dianggap sebagian orang sebagai “sumber inspirasi” alias “rokok” telah digulirkan oleh banyak orang dan kalangan. Banyak soroton yang ditujukan terhadapnya dari berbagai sisi pandang dan disiplin ilmu, mulai dari sisi syari’at, medis, sosial, dan juga ekonomi. Semua pakar sepakat bahwa rokok itu merugikan dan membahayakan. Dari sisi pandang syari’at [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=30&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align='justify'>Berbagai wacana tentang benda yang sering dianggap sebagian orang sebagai “sumber inspirasi” alias “rokok” telah digulirkan oleh banyak orang dan kalangan. Banyak soroton yang ditujukan terhadapnya dari berbagai sisi pandang dan disiplin ilmu, mulai dari sisi syari’at, medis, sosial, dan juga ekonomi. Semua pakar sepakat bahwa rokok itu merugikan dan membahayakan. Dari sisi pandang syari’at kita semua tahu betapa banyak ulama yang telah menyatakan keharaman atau minimal kemakruhannya (hukum haramnya rokok lebih rajih/ kuat, red). Dari kalangan medis pun telah banyak kita dengar berbagai pernyataan tentang bahaya rokok terhadap kesehatan. Bahkan pada bungkus rokok dan reklamenya pun terpampang peringatan tentang bahaya merokok.<br />
<span id="more-30"></span> baca selanjutnya<br />
Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan, di antara bahaya merokok adalah; Mengurangi nafsu makan, menyebabkan penyakit TBC, sesak nafas, kesulitan mencerna makanan, rusaknya hati, berhentinya detak jantung, penyakit kanker, batuk, badan lemas dan kurus, luka lambung dan masih banyak bahaya-bahaya lainnya. Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena kuatnya daya tahan tubuh yang diberikan Allah Ta’ala. Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan muncul, kecuali jika Allah Ta’ala menghendaki yang lain. (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)</p>
<p>Di masyarakat mungkin kita juga pernah mendengar adanya perkelahian atau bahkan pembunuhan yang dipicu oleh rokok. Dan tentu masih banyak lagi peristiwa dan kasus berkaitan dengan rokok yang patut untuk kita renungi/ cermati.</p>
<p>Membunuh Pelan-Pelan</p>
<p>Tidak berlebihan jika rokok dikatakan sebagai pembunuh secara perlahan-lahan, karena memang dalam kenyataan kita dapati amat banyak kasus kematian seseorang karena rokok. Tentunya yang terjadi bukan seseorang menghisap rokok lalu dia mati, namun seseorang yang mati karena menderita penyakit akibat yang ditimbulkan mengonsumsi rokok. Mungkin ada baiknya kita simak sebuah kisah tentang akhir memilukan seorang perokok.</p>
<p>Ia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun. Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah jantung. Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih. Dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk diperiksa agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberikan rokok kepadanya. Selang beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatannya. Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok.</p>
<p>Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas di sebuah kamar mandi dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari kesudahan yang demikian. (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)</p>
<p>Allah Ta’ala telah berfirman, artinya, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. an-Nisa: 29). Dalam ayat lain, “Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (QS. al-Baqarah: 195)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) di shahihkan oleh al-Albani</p>
<p>Angka Nan Fantastis</p>
<p>Pernahkah kita membayangkan bisa pergi haji? Boro-boro pergi haji, untuk kebutuhan sehari-hari saja sulitnya bukan main, termasuk kebutuhan beli rokok? Coba kita hitung sendiri, kalau kita berasumsi bahwa harga rokok perbungkus Rp. 8.000, dan sehari kita menghabiskan satu bungkus, maka berapa kita telah menabung di perusahaan rokok?</p>
<p>Jika seseorang dalam sehari menghabiskan rokok satu bungkus dengan harga Rp. 8.000,- maka dalam satu bulan dia menghabiskan uang Rp.240.000, atau dalam setahun menghabiskan Rp. 2.880.000,- dan dalam waktu dua puluh lima tahun dia menghabiskan Rp. 72.000.000,- untuk mengasapi mulut dan mengotori paru-paru. Kalau seseorang memulai merokok pada usia 20 tahun, maka dalam usia 45 tahun mungkin saja dia bisa pergi haji, jika uang yang selama ini dia bakar disimpan untuk tabungan pergi haji. Tentu persoalannya bukan hanya berhenti di sini saja, tapi lebih dari itu bagaimana kalau kita nanti ditanya pada Hari Kiamat, “Dari mana engkau memperoleh harta dan ke mana engkau membelanjakannya?”</p>
<p>Contoh lain lagi; Penduduk Indonesia berjumlah sekitar 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta) orang, seandainya dari jumlah tersebut katakanlah seperlimanya (50.000.000 orang) adalah merokok, kemudian dalam sehari mereka membelanjakan uang Rp.1.500 (senilai uang saku anak kelas 1 SD) untuk rokok, maka dalam sehari uang yang dibelanjakan untuk rokok adalah Rp. 75.000.000.000,- (Tujuh puluh lima milyar rupiah) atau 2.250.000.000.000,- (Dua triliyun dua ratus lima puluh milyar rupiah) dalam sebulan.</p>
<p>Maka tidaklah mengherankan kalau perusahaan perusahaan rokok mampu menjadi sponsor untuk acara panggung musik atau acara-acara hiburan lainnya yang spektakuler dan menelan biaya jutaan rupiah, sebab mereka telah disokong dan diberi nafkah oleh para perokok (dan kebanyakan kaum muslimin) yang nilainya miliaran bahkan triliyunan rupiah.</p>
<p>Sangat ironis memang, banyak para perokok yang mungkin mengaku dirinya sebagai orang miskin yang butuh santunan, namun kenyataannya dia seorang donatur yang mampu menyumbang ratusan ribu rupiah per bulan kepada perusahaan “penyakit” yang jelas merugikan dirinya. Sebuah angka yang jarang muncul ketika ada petugas panti asuhan atau panitia pembangunan masjid datang megetuk pintu rumahnya, padahal belum tentu mereka mendatanginya setahun sekali.</p>
<p>Orang Awam Saja Tahu</p>
<p>Pemda DKI telah mengeluarkan perda tentang larangan merokok di tempat-tempat umum tertentu. Dan secara khusus menyebutkan larangan merokok di sekitar area tempat ibadah. Para pengelola atau pengurus tempat ibadah berkewajiban menasehati atau mengingatkan siapa saja yang melakukan pelanggaran ini.</p>
<p>Bukan apa-apa, orang pemerintahan kan notabene jarang melihat permasalahan dari sisi syar’i atau dalil nash, namun lebih pada pertimbangan ketertiban, kenyamanan dan kepatutan. Kalau semua orang, bahkan orang awam pun tahu, bahwa merokok di area tempat ibadah itu sesuatu yang bertentangan dengan kepatutan, melanggar ketertiban dan perilaku yang tidak pantas maka bagaimana bisa seseorang yang kadang dinisbatkan kepada ilmu, ustadz, kiyai, dan semisalnya ada yang tidak paham persoalan ini?</p>
<p>Akhir Kata</p>
<p>Kalau sudah jelas merokok itu tidak baik dari sudut pandang mana pun kecuali dari sudut pandang hawa nafsu, maka hanya tinggal satu hal yang tersisa, yakni berazam untuk bisa berhenti merokok, mulai sekarang juga!</p>
<p>Dan untuk mengantisipasi lahirnya generasi-generasi perokok di kalangan kaum muslimin, khususnya para pemuda dan remaja, maka di antara langkah yang dapat diambil, sebagai berikut:</p>
<p>    *</p>
<p>      1. Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat.<br />
    *</p>
<p>      2. Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah, dan lingkungan lainnya.<br />
    *</p>
<p>      3. Melarang para guru merokok di depan murid-muridnya.<br />
    *</p>
<p>      4. Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok.<br />
    *</p>
<p>      5. Mendorong penguasa (pemerintah &amp; para ulama) untuk komitmen menutup pabrik rokok.<br />
    *</p>
<p>      6. Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara, perkantoran dan tempat-tempat umum lainnya.<br />
    *</p>
<p>      7. Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok.<br />
    *</p>
<p>      8. Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan para dokter tentang bahaya rokok.<br />
    *</p>
<p>      9. Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.<br />
    *</p>
<p>      10. Nasihat secara pribadi kepada perokok.</p>
<p>Oleh: Abu Ahmad Kholif Mutaqin<br />
Sumber: (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)<br />
di ambil dari : <a href="http://www.alsofwah.or.id">situs Al-Sofwah</a> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=30&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/26/merokok-apa-untungnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tawakkal pada ALlah</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/20/tawakkal-pada-allah/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/20/tawakkal-pada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan, download kajian ustadz Arifin Badri, moga bermanfaat. Tawakkal pada ALlah dalam mencari rizqi. Akhlak Mulia<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=23&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align='justify'>Silahkan, download kajian ustadz Arifin Badri, moga bermanfaat.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3574985/BertawakalDalamMencariRizqi.mp3.html">Tawakkal pada ALlah dalam mencari rizqi.<br />
</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/3574986/BerakhlakMulia.mp3.html">Akhlak Mulia</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=23&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/20/tawakkal-pada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia di balik perintah tidur pada sisi kanan</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/19/rahasia-di-balik-perintah-tidur-pada-sisi-kanan/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/19/rahasia-di-balik-perintah-tidur-pada-sisi-kanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 01:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[nabawy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pernah bersabda, &#8220;Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan&#8221;. Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengarahkan manusia agar tidur berbaring di atas sisi sebelah kanan, lalu ilmu pengetahuan datang mengungkap manfaat-manfaat apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=20&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align='justify'>Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pernah bersabda, &#8220;Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan&#8221;.</p>
<p>Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengarahkan manusia agar tidur berbaring di atas sisi sebelah kanan, lalu ilmu pengetahuan datang mengungkap manfaat-manfaat apa yang diperintah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.<br />
<span id="more-20"></span> selanjutnya</p>
<p>Majalah Times mempublikasikan hasil kajian yang menunjukkan peningkatan angka kematian pada anak-anak yang tidur telungkup di atas perut mereka. Seorang peneliti Australia memperhatikan adanya peningkatan angka kematian pada anak-anak ketika mereka tidur telungkup di atas perut mereka.</p>
<p>Adapun tidur terlentang di atas punggung, tidur seperti ini menyebabkan pernafasan mulut. Sementara tidur berbaring di atas sisi sebelah kiri, juga tidak diterima. Karena pada posisi ini, jantung berada di bawah tekanan paru-paru kanan, dan yang merupakan lebih besar dari paru-paru kiri. Sehingga tidur berbaring di atas sisi sebelah kanan adalah posisi tidur yang benar.<br />
(diambil dari : 100 Mukjizat Islam, Karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq).</p>
<p>SubhanaLlah, apa yang di ajarkan RasuluLlah benar-benar bermanfaat dan berguna bagi umatnya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=20&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/19/rahasia-di-balik-perintah-tidur-pada-sisi-kanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rembulan di langit zaman</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/11/rembulan-di-langit-zaman/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/11/rembulan-di-langit-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 06:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: خَيْرَ أُمَّتِـي [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=17&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin </p>
<p align='justify'>
Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa<br />
sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi<br />
berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini.</p>
<p>Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia<br />
mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ<br />
يَلُونَهُمْ<br />
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih<br />
Al-Bukhari, no. 3650).</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling<br />
mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi (as-salafu ash-shalih).<br />
<span id="more-17"></span> baca selanjutnya</p>
<p>Karenanya, sudah merupakan kemestian bila menghendaki pemahaman dan<br />
pengamalan Islam yang benar merujuk kepada mereka (as-salafu ash-shalih).</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu<br />
wa Ta’ala dan mereka pun ridha kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ<br />
وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ<br />
وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا<br />
أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ</p>
<p>“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara<br />
orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka<br />
dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan<br />
Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di<br />
dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang<br />
besar.” (At-Taubah: 100).</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan untuk mengikuti para sahabat.<br />
Berjalan di atas jalan yang mereka tempuh. Berperilaku selaras apa yang<br />
telah mereka perbuat. Menapaki manhaj (cara pandang hidup) sesuai manhaj<br />
mereka. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br />
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ<br />
“Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku.” (Luqman: 15)</p>
<p>Menukil ucapan Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam I’lam Al-Muwaqqi’in, terkait<br />
ayat di atas disebutkan bahwa setiap sahabat adalah orang yang kembali<br />
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, wajib mengikuti jalannya,<br />
perkataan-perkataannya, dan keyakinan-keyakinan (i’tiqad) mereka. Dalil<br />
bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,<br />
(dikuatkan lagi) dengan firman-Nya yang menunjukkan mereka adalah<br />
orang-orang yang telah diberi Allah Subhanahu wa Ta’ala petunjuk.</p>
<p>Firman-Nya:<br />
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ<br />
“Dan (Allah) memberi petunjuk kepada (agama)-Nya, orang yang kembali<br />
(kepada-Nya).” (Asy-Syura: 13) (Lihat Kun Salafiyan ‘alal Jaddah, Abdussalam<br />
bin Salim bin Raja’ As-Suhaimi, hal. 14)</p>
<p>Maka, istilah as-salafu ash-shalih secara mutlak dilekatkan kepada tiga<br />
kurun yang utama. Yaitu para sahabat, at-tabi’un, dan atba’u tabi’in (para<br />
pengikut tabi’in). Siapapun yang mengikuti mereka dari aspek pemahaman, i’tiqad,<br />
perkataan maupun amal, maka dia berada di atas manhaj as-salaf. Adanya<br />
ancaman yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap orang-orang yang<br />
memilih jalan-jalan selain jalan yang ditempuh as-salafu ash-shalih,<br />
menunjukkan wajibnya setiap muslim berpegang dengan manhaj as-salaf.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى<br />
وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ<br />
جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا<br />
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan<br />
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa<br />
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam<br />
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115)</p>
<p>Disebutkan oleh Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri<br />
hafizhahullah, bahwa tidaklah orang yang berpemahaman khalaf (lawan dari<br />
salaf), termasuk orang-orang yang tergabung dalam jamaah-jamaah dakwah<br />
sekarang ini, kecuali dia akan membenci (dakwah) as-salafiyah. Karena,<br />
as-salafiyah tidak semata pada hal yang terkait penisbahan (pengakuan).</p>
<p>Tetapi as-salafiyah memurnikan keikhlasan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala<br />
dan memurnikan mutaba’ah (ikutan) terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa<br />
sallam. Manusia itu terbagi dalam dua kelompok (salah satunya) yaitu hizbu<br />
Ar-Rahman, mereka adalah orang-orang Islam yang keimanan mereka terpelihara,<br />
tidak menjadikan mereka keluar secara sempurna dari agama. Jadi, hizbu<br />
Ar-Rahman adalah orang-orang yang tidak sesat dan menyesatkan serta tidak<br />
mengabaikan al-huda (petunjuk) dan al-haq (kebenaran) di setiap tempat dan<br />
zaman. (Ushul wa Qawa’id fi al-Manhaj As-Salafi, hal. 12-13).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasar hadits dari Al-Mughirah<br />
bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, berkata:<br />
لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِـي ظَاهِرِيْنَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ<br />
اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ<br />
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang unggul/menang hingga tiba<br />
pada mereka keputusan Allah, sedang mereka adalah orang-orang yang<br />
unggul/menang.” (Shahih Al-Bukhari, no. 7311).</p>
<p>Menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu, bahwa yang<br />
dimaksud hadits tersebut adalah adanya sekelompok orang yang berpegang teguh<br />
dengan apa yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat berada<br />
di atasnya. Mereka adalah orang-orang yang unggul/menang, tak akan<br />
termudaratkan oleh orang-orang yang menelantarkannya dan orang-orang yang<br />
menyelisihinya. (Syarhu Ash-Shahih Al-Bukhari, 10/104).</p>
<p>Bila menatap langit zaman, di setiap kurun, waktu, senantiasa didapati para<br />
pembela al-haq. Mereka adalah bintang gemilang yang memberi petunjuk arah<br />
dalam kehidupan umat. Mereka memancarkan berkas cahaya yang memandu umat di<br />
tengah gelap gulita.</p>
<p>Kala muncul bid’ah Khawarij dan Syi’ah, Allah Subhanahu<br />
wa Ta’ala merobohkan makar mereka dengan memunculkan Ali bin Abi Thalib<br />
radhiyallahu ‘anhu dan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.</p>
<p>Begitupun saat Al-Qadariyah hadir, maka Abdullah bin Umar, Abdullah bin<br />
Abbas, dan<br />
Jabir bin ‘Abdillah g dari kalangan sahabat yang utama melawan pemahaman<br />
sesat tersebut.</p>
<p>Washil bin ‘Atha’ dengan paham Mu’tazilahnya dipatahkan<br />
Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, dan lain-lainnya dari kalangan ulama tabi’in.</p>
<p>Merebak Syi’ah Rafidhah, maka Al-Imam Asy-Sya’bi, Al-Imam Syafi’i, dan para<br />
imam Ahlus Sunnah lainnya menghadapi dan menangkal kesesatan Syi’ah<br />
Rafidhah.</p>
<p>Jahm bin Shafwan yang mengusung Jahmiyah juga diruntuhkan Al-Imam<br />
Malik, Abdullah bin Mubarak, dan lainnya.</p>
<p>Demikian pula tatkala menyebar pemahaman dan keyakinan bahwa Al-Qur’an<br />
adalah makhluk bukan Kalamullah.<br />
Maka, Al-Imam Ahmad bin Hanbal tampil memerangi pemahaman dan keyakinan<br />
sesat tersebut.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memunculkan para pembela risalah-Nya.<br />
Mereka terus berupaya menjaga as-sunnah, agar tidak redup di empas para ahli<br />
bid’ah. Bermunculan para imam, seperti Al-Imam Al-Barbahari, Al-Imam Ibnu<br />
Khuzaimah, Al-Imam Ibnu Baththah, Al-Imam Al-Lalika’i, Al-Imam Ibnu Mandah,<br />
dan lainnya dari kalangan imam Ahlus Sunnah.</p>
<p>Lantas pada kurun berikutnya,<br />
ketika muncul bid’ah sufiyah, ahlu kalam dan filsafat, hadir di tengah umat<br />
para imam, seperti Al-Imam Asy-Syathibi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah<br />
beserta murid-muridnya, yaitu Ibnul Qayyim, Ibnu Abdilhadi, Ibnu Katsir,<br />
Adz-Dzahabi, dan lainnya rahimahumullah.</p>
<p>Sosok Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sendiri bagi sebagian umat Islam bukan<br />
lagi sosok yang asing. Kiprah dakwahnya begitu agung. Pengaruhnya sangat<br />
luas. Kokoh dalam memegang sunnah. Sebab, menurut Syaikhul Islam Ibnu<br />
Taimiyah, sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi para hamba, tidak ada pula<br />
keselamatan di hari kembali nanti (hari kiamat) kecuali dengan ittiba’<br />
(mengikuti) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>تِلْكَ حُدُودُ اللهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ<br />
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ<br />
الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ<br />
نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ<br />
“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.<br />
Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke<br />
dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di<br />
dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai<br />
Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah<br />
memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya<br />
siksa yang menghinakan.” (An-Nisa’: 13-14).</p>
<p>Maka, ketaatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan poros<br />
kebahagiaan yang seseorang berupaya mengitarinya, juga merupakan tempat<br />
kembali yang selamat yang seseorang tak akan merasa bingung darinya.<br />
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan makhluk dalam rangka<br />
untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:<br />
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ<br />
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka<br />
menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).</p>
<p>Sesungguhnya peribadahan mereka dengan menaati-Nya dan taat terhadap<br />
Rasul-Nya. Tidak ada ibadah kecuali atas sesuatu yang telah Dia (Allah<br />
Subhanahu wa Ta’ala) wajibkan dan sunnahkan dalam agama Allah Subhanahu wa<br />
Ta’ala. Selain dari itu, maka yang ada hanyalah kesesatan dari jalan-Nya.</p>
<p>Untuk hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ<br />
“Barangsiapa melakukan satu amal yang tidak ada dasar perintah kami, maka<br />
tertolak.” (Shahih Al-Bukhari no. 2697 dan Shahih Muslim, 1718).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula dalam hadits<br />
Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Ahlu Sunan dan<br />
dishahihkan At-Tirmidzi rahimahullahu:<br />
إِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا<br />
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِـي وَسُنَّةِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ<br />
الْـمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيهَا<br />
بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ<br />
ضَلَالَةٌ<br />
“Sesungguhnya kalian akan hidup setelahku, kalian akan mendapati banyak<br />
perselisihan. Maka, pegang teguh sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin<br />
yang mendapat petunjuk setelahku. Pegang teguh sunnah dan gigit dengan<br />
gerahammu. Dan hati-hatilah dari perkara yang diada-adakan, karena setiap<br />
bid’ah itu sesat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2676) [Lihat Majmu’ah<br />
Al-Fatawa,1/4].</p>
<p>Itulah manhaj (cara pandang) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu<br />
dalam menetapi Islam. Cara pandang inilah yang telah hilang dari sebagian<br />
kaum muslimin sehingga terjatuh pada perkara-perkara yang diada-adakan, yang<br />
perkara tersebut tidak dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.<br />
Perkara tersebut mereka ada-adakan dengan mengatas namakan Islam. Padahal<br />
Islam sendiri tak mengajarkan semacam itu. Mereka terbelenggu dengan bid’ah<br />
nan<br />
menyesatkan.</p>
<p>Kekokohan memegang teguh prinsip beragama oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah<br />
rahimahullahu digambarkan oleh Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu. Kata<br />
Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu, “Aku tak pernah melihat orang yang seperti<br />
beliau. Tidak pula dia melihat orang yang seperti dirinya. Aku melihat,<br />
tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui dan sangat kuat mengikuti<br />
Al-Kitab dan sunnah Rasul-Nya dibanding beliau. Pantaslah bila sosok<br />
Syaikhul Islam senantiasa membuat susah para ahlu bid’ah.</p>
<p> Disebutkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi rahimahullahu, bahwa beliau<br />
rahimahullahu adalah<br />
pedang terhunus bagi orang-orang yang menyelisihi (Al-Kitab dan As-Sunnah).<br />
Menyusahkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, yang suka mengada-adakan<br />
ajaran (baru) dalam agama. (Al-Ushul Al-Fikriyah Lil-Manahij As-Salafiyah<br />
‘inda Syaikhil Islam, Asy-Syaikh Khalid bin Abdirrahman Al-‘Ik).</p>
<p>Kecemburuan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu terhadap harkat<br />
martabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu besar. Itu bisa<br />
tergambar melalui tulisan beliau rahimahullahu yang berjudul Ash-Sharimu<br />
Al-Maslul ‘ala Syatimi Ar-Rasul (Pedang Terhunus terhadap Orang yang Mencaci<br />
Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Tulisan ini merupakan sikap ilmiah<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam menyikapi orang yang<br />
mencaci-maki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencaci Rasulullah<br />
Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bukan perkara ringan. Ini menyangkut<br />
nyawa manusia. Sikap tegas, ilmiah, dan selaras akal sehat ini merupakan<br />
bentuk penjagaan beliau rahimahullahu terhadap Rasulullah Shallallahu<br />
‘alaihi wa sallam dan risalah yang dibawanya.</p>
<p>Bahkan tatkala beliau dipenjara pun, senantiasa menyebarkan kebaikan kepada<br />
sesama penghuni penjara. Beliau rahimahullahu memberi bimbingan, melakukan<br />
amar ma’ruf, dan mencegah kemungkaran. Dikisahkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi<br />
rahimahullahu, tatkala beliau masuk tahanan, didapati para penghuni tahanan<br />
sibuk dengan beragam permainan yang sia-sia. Di antara mereka sibuk dengan<br />
main catur, dadu, dan lainnya. Mereka sibuk dengan permainan tersebut hingga<br />
melalaikan shalat. Lantas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu<br />
mencegah hal itu secara tegas. Beliau memerintahkan mereka untuk menetapi<br />
shalat. Mengarahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap amal<br />
shalih. Bertasbih, beristighfar, dan berdoa. Mengajari mereka tentang sunnah<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai yang mereka butuhkan.<br />
Beliau rahimahullahu mendorong mereka untuk suka melakukan amal-amal<br />
kebaikan. Sehingga jadilah tempat tahanan tersebut senantiasa dipenuhi<br />
kesibukan dengan ilmu dan agama. Bilamana tiba waktu pembebasan, para<br />
narapidana tersebut lebih memilih hidup bersama beliau. Banyak dari mereka<br />
yang lantas kembali ke tahanan. Akibatnya, ruang tahanan itu pun penuh.<br />
(Al-Ushul Al-Fikriyah hal. 51).</p>
<p>Demikianlah kehidupan seorang alim. Keberadaannya senantiasa memberi manfaat<br />
kepada umat. Dia menebar ilmu, menebar cahaya di tengah keterpurukan<br />
manusia. Dia laksana rembulan purnama di tengah bertaburnya bintang<br />
gemilang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi perumpamaan<br />
keutamaan antara seorang alim dengan seorang abid (ahli ibadah).</p>
<p>Dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa<br />
sallam<br />
bersabda:<br />
وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ<br />
الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءَ، إِنَّ<br />
الْأَنْبِيَاءَ لَـمْ يُوَرِّثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، إِنَّمَا<br />
وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ<br />
“Dan keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah, bagai rembulan<br />
atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya<br />
para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, (tetapi) mereka mewariskan<br />
ilmu. Barangsiapa mampu mengambilnya, berarti dia telah mengambil<br />
keberuntungan yang banyak.” (Sunan At-Tirmidzi, no. 2682, Sunan Abi Dawud<br />
no. 3641, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu<br />
menshahihkan hadits ini).</p>
<p>Begitulah seorang alim. Dia laksana rembulan di langit zaman.<br />
Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=17&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/11/rembulan-di-langit-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ada apa dengan Valentine Day</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/05/ada-apa-dengan-valentine-day/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/05/ada-apa-dengan-valentine-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat hari Valentine&#8221;, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=10&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa,  mal-mal,<br />
pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para  remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga  larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu  hal yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat  hari Valentine&#8221;, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan,  saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah  &#8220;hari<br />
kasih sayang&#8221;.  Benarkah demikian?</p>
<p style="text-align:left;">
<p><span id="more-10"></span><br />
selanjutnya</p>
<p>SEJARAH VALENTINE&#8217;S  DAY</p>
<p>The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi  mengenai Valentine&#8217;s Day :<br />
&#8220;Some trace it to an ancient Roman festival  called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of  the early Christian church. Still others link it with an old English belief  that birds choose their mates on February 14. Valentine&#8217;s Day probably came  from a combination of all three of those sources&#8211;plus the belief that spring  is a time for lovers.&#8221;</p>
<p>Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara  pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama,  dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada  hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap  pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi  pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15  Februari, mereka meminta<br />
perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala.  Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita  berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi  lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi  upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti  nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya  adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia  Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran  Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini  menjadi Hari<br />
Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine&#8217;s Day untuk  menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The  World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub  judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14  Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi.  Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa &#8220;St. Valentine&#8221; termaksud,  juga dengan kisahnya yang tidak<br />
pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap  sumber mengisahkan cerita yang berbeda.<br />
Menurut versi pertama, Kaisar  Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena  menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan  orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.  Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu<br />
menulis surat dan  menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar  Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan  peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda  untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan  banyak pemuda sehingga iapun ditangkap<br />
dan dihukum gantung pada 14 Februari  269 M (lihat: The World Book<br />
Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Kebiasaan mengirim  kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine.  Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada  perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi  kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris  mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam<br />
puisinya (lihat: The  Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia,  1998).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan ucapan &#8220;Be My Valentine?&#8221; Ken Sweiger dalam  artikel &#8220;Should Biblical Christians Observe It?&#8221; (<a href="http://www.korrnet.org/">www.korrnet.org</a>) mengatakan  kata &#8220;Valentine&#8221; berasal dari Latin yang berarti : &#8220;Yang Maha Perkasa, Yang  Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa&#8221;. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan  Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger-  jika kita<br />
meminta orang menjadi &#8220;to be my Valentine&#8221;, hal itu berarti  melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi &#8220;Sang Maha  Kuasa&#8221;) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini  disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Adapun  Cupid<br />
(berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra  Nimrod &#8220;the hunter&#8221; dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan  sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya  sendiri!</p>
<p>Saudaraku, itulah sejarah Valentine&#8217;s Day yang sebenarnya, yang  seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan  berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan &#8220;kasih  sayang&#8221;, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia  merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu  asal<br />
muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita  remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya  Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  berfirman:<br />
&#8220;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui  tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan  diminta pertangggungjawabnya&#8221; (Al Isra&#8217; : 36).</p>
<p>HUKUM MERAYAKAN HARI  VALENTINE</p>
<p>Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan  tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti  berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila  mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi&#8217;ar dan kebiasaan. Padahal  Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata  cara peribadatan selain Islam: &#8220;Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia  termasuk dari kaum tersebut.&#8221; (HR. At-Tirmidzi).</p>
<p>Bila dalam  merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak  disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak  bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.  Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, &#8220;Memberi selamat atas acara  ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan  tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka,  dengan<br />
mengucapkan, &#8220;Selamat hari raya!&#8221; dan sejenisnya. Bagi yang  mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu  merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan  mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya  di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan  minum<br />
khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama  terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.  Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat,  bid&#8217;ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan  kemarahan dan kemurkaan Allah.&#8221;</p>
<p>Abu Waqid Radhiallaahu anhu  meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju  perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang  disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata  mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, &#8220;Wahai  Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai  Dzaatu Anwaath.&#8221; Maka Rasulullah Shallallaahu<br />
alaihi wa Salam bersabda, &#8220;Maha  Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, &#8216;Buatkan untuk kami  tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.&#8217; Demi Dzat yang jiwaku di  tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada  sebelum kalian.&#8221; (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).</p>
<p>Syaikh  Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine&#8217;s Day mengatakan  :<br />
&#8220;Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:</p>
<p><strong>Pertama</strong>: ia  merupakan hari raya bid&#8217;ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari&#8217;at  Islam.<br />
<strong> Kedua</strong>: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara  rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf  shalih (pendahulu kita) &#8211; semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal  melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,  berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.</p>
<p>Hendaknya setiap  muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak  mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin  dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan  semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.&#8221;<br />
Maka adalah wajib bagi  setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala&#8217;  dan bara&#8217; ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir)  yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu  mencintai orang-orang mu&#8217;min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri  dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.</p>
<p>Di antara dampak  buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka  sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan  mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti  agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka&#8217;at shalatnya  membaca, &#8220;Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang  telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang  dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&#8221;  (Al-Fatihah:6-7).</p>
<p>Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan  kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan  mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat  itu dengan sukarela.</p>
<p>Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap  gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan  dan keterikatan hati.<br />
Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah berfirman, yang  artinya:<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang  Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah  pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil  mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan  mereka.<br />
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang  zalim.&#8221; (Al-Maidah:51)<br />
&#8220;Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang  beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan  orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.&#8221; (Al-Mujadilah:  22)</p>
<p>Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan  mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna  cinta dansuka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Saudaraku!  Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara  ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah  sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain  dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya  dan gaya hidup mereka.</p>
<p>Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah  sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat  yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita  sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi  porak-poranda.</p>
<p>Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih  baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka.  Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan  yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari  waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu  tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang  kafir.</p>
<p>Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala senantiasa menjadikan hidup kita  penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan  untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang  disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  menjadikan<br />
kita termasuk dalam golongan orang-orang yang  disebutkan:<br />
&#8220;Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena  Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena  Aku.&#8221; (Al-Hadits).  (fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih  al-Utsaimin)</p>
<p>Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai  berikut:</p>
<p>a.. Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan  orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang  berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.</p>
<p>b..  Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya  dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum<br />
minuman  keras dan sebagainya.</p>
<p>c.. Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari  Raya orang-orang di luar Islam.</p>
<p>d.. Valentine&#8217;s Day adalah Hari Raya  di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati  karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh  karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine&#8217;s  tersebut.</p>
<p>Sumber: &#8220;Ada Apa dengan Valentine&#8217;s Day&#8221;, Yayasan Al-Sofwa,  Jakarta, dengan penambahan. (Kholif)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=10&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/05/ada-apa-dengan-valentine-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>audio kajian</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/kajian/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/kajian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 08:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan, download kajian ustadz Abu Haidar, di sini. Moga bermanfaat, syukron.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=8&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan, download kajian ustadz Abu Haidar, <a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/3398974/Menyikapiorangyangberbedamanhajdanmemusuhikita.wma" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Moga bermanfaat, syukron.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=8&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/kajian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak-hak ALlah</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/hak-hak-allah/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/hak-hak-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 07:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[NASKAH HADITS (Ini adalah hadits ke-31 dari hadits-hadits yang terdapat dalam kitab “al-Arba’in” karya al-Imam an-Nawawi) عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الخُشَنِيِّ جُرْثُوْمِ بْنِ نَاشِرٍ رضي الله عنه، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: إِنَّ اللهَ فَرَضَ فَرَائِضَ، فَلاَ تُضَيِّعُوْهَا، وَحَدَّ حُدُوْدًا فَلاَ تَعْتَدُوْهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ، [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=5&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="konten">
<p align="justify"><strong>NASKAH HADITS</strong><br />
(Ini adalah hadits ke-31 dari hadits-hadits yang terdapat dalam kitab “al-Arba’in” karya al-Imam an-Nawawi)</p>
<p dir="rtl" align="justify">عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الخُشَنِيِّ جُرْثُوْمِ بْنِ نَاشِرٍ رضي الله عنه، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: إِنَّ اللهَ فَرَضَ فَرَائِضَ، فَلاَ تُضَيِّعُوْهَا، وَحَدَّ حُدُوْدًا فَلاَ تَعْتَدُوْهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ، فَلاَ تَبْحَثُوْا عَنْهَا.</p>
<p align="justify">Dari Abu Tsa&#8217;labah al-Khusyani Jurtsum bin Nasyir ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban-kewajiban maka jangan menyia-nyiakannya, menentukan berbagai batasan maka jangan melanggarnya, mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya, dan mendiamkan banyak hal sebagai rahmat bagi kalian, bukan karena lupa, maka jangan mencari-cari (ma-salah tentangnya).&#8221;</em> (Hadits hasan, riwayat ad-Daruquthni dan selainnya).[1]<br />
Gimana penjelasan haditsnya ?<br />
<span id="more-5"></span> selanjutnya<br />
<strong>SYARAH </p>
<p>Imam an-Nawawi berkata</strong>:</p>
<p>Sabdanya, <em>&#8220;Mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya.&#8221; </em> Yakni, jangan memasukinya.</p>
<p>Dan sabdanya, <em>&#8220;Dan mendiamkan banyak hal sebagai rahmat bagi kalian.&#8221; </em> Telah disebutkan maknanya.</p>
<p><strong>Imam Ibnu Daqiq berkata</strong>:</p>
<p>Sabdanya, <em>&#8220;Faradha,&#8221; </em>artinya, mewajibkan dan menetapkan.</p>
<p>Sabdanya, <em>&#8220;Fala tantahikuha (jangan melakukannya).&#8221; </em> Yakni, jangan memasukinya. Adapun larangan membahas apa yang didiam-kan oleh Allah, maka ini selaras dengan sabdanya,</p>
<p dir="rtl" align="justify">ذَرُوْنِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.</p>
<p align="justify"><em>&#8220;Biarkanlah padaku apa yang aku biarkan terhadap kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah mereka banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka.&#8221; </em>[2]</p>
<p>Sebagian ulama mengatakan, dahulu Bani Isra&#8217;il bertanya lalu mereka mendapatkan jawaban, dan mereka diberi segala yang mereka minta sehingga hal itu menjadi fitnah bagi mereka dan menyebabkan kebinasaan mereka.</p>
<p>Para sahabat rhum telah memahami hal itu dan tidak bertanya ke-cuali dalam perkara yang harus ditanyakan. Mereka heran ketika kaum badui datang untuk bertanya kepada Rasulullah saw, lalu mereka mendengarkan dan memahaminya. Bahkan suatu kaum sampai-sampai berpendapat, tidak boleh bertanya mengenai kasus-kasus sehingga terjadi. Salaf juga mengatakan hal yang semisal, &#8220;Tinggalkanlah sehingga terjadi.&#8221; Hanya saja para ulama tatkala mereka khawatir hilangnya ilmu, maka mereka menyusun ushul dan furu&#8217;, membuat pengantar, dan memberi garis besar pembahasannya.</p>
<p>Para ulama berselisih mengenai hal-hal sebelum syariat datang untuk menghukuminya; apakah ia terlarang, dibolehkan, atau ber-henti (menunggu hukumnya)? Ada tiga pendapat, dan itu disebukan dalam kitab-kitab ushul.</p>
<p><strong>Syaikh Ibnu Utsaimin berkata</strong>:</p>
<p>Sabdanya, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menetapkan kewajiban-kewajiban maka jangan menyia-nyiakannya.&#8221; </em> Yakni, mewajibkan secara pasti atas hamba-hambaNya berbagai fardhu yang sudah dimaklumi, dan Alhamdulillah, seperti shalat lima waktu, zakat, puasa, haji, ber-bakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, dan selainnya.</p>
<p><em>&#8220;Maka jangan menyia-nyiakannya.&#8221; </em> Yakni, jangan meremehkan-nya, baik dengan meninggalkan, mengentengkan, maupun meng-uranginya.</p>
<p><em>&#8220;Menentukan berbagai batasan.&#8221; </em>Yakni, mewajibkan berbagai ke-wajiban dan menentukannya dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan (rincian-rincian).<br />
<em>&#8220;Maka jangan melanggarnya.&#8221; </em> Yakni, jangan melampauinya.</p>
<p><em>&#8220;Mengharamkan berbagai hal maka jangan melakukannya.&#8221; </em> Dia mengharamkan berbagai hal seperti syirik, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, khamr, mencuri, dan banyak hal lainnya.</p>
<p><em>&#8220;Maka jangan melanggarnya.&#8221; </em>Yakni, jangan terjerumus di dalamnya. Karena dengan kalian terjerumus di dalamnya berarti melanggarnya.</p>
<p><em>&#8220;Dan mendiamkan banyak hal.&#8221; </em> Yakni, tidak memfardhukan dan mewajibkannya serta tidak mengharamkannya.</p>
<p><em>&#8220;Sebagai rahmat bagi kalian.&#8221; </em> Karena rahmat dan keringanan bagi kalian.</p>
<p><em>&#8220;Bukan lupa.&#8221; </em> Karena Allah swt tidak pernah lupa, sebagaimana kata Musa j,</p>
<p><em>&#8220;Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.&#8221; </em> (Thaha: 52).</p>
<p>Jadi, Allah membiarkannya sebagai rahmat bagi makhlukNya, bukan karena lupa terhadapnya.</p>
<p><em>&#8220;Maka jangan bertanya mengenainya.&#8221; </em> Yakni, jangan membahasnya.</p>
<p><strong>Dalam hadits ini terdapat sejumlah faedah</strong></p>
<p>1.  Penjelasan Rasulullah saw yang sangat baik, di mana beliau mengemukakan hadits dengan pembagian yang sangat jelas ini.</p>
<p>2. Allah swt mewajibkan atas hamba-hambaNya berbagai fardhu yang diwajibkanNya atas mereka secara pasti dan meyakinkan. Fardhu, menurut ulama, terbagi menjadi dua macam: fardhu kifayah dan fardhu &#8216;ain. Fardhu kifayah ialah apa yang diniatkan untuk dikerjakan tanpa memandang siapa yang mengerjakannya. Hukumnya, jika telah dilakukan oleh orang yang secukupnya, maka kewajiban tersebut gugur dari yang lainnya. Sementara fardhu &#8216;ain ialah apa yang dijadikan sasaran olehnya; amal (itu sendiri) maupun yang beramal, dan wajib dilaksanakan oleh setiap orang secara individu.</p>
<p>Adapun yang pertama ialah seperti adzan, iqamah, shalat jenazah dan selainnya. Sedangkan yang kedua, seperti shalat lima waktu, zakat, puasa dan haji.</p>
<p>Sabdanya, <em>&#8220;Dan Dia menentukan berbagai batasan.&#8221; </em> Yakni, mewajibkan kewajiban-kewajiban tertentu dengan syarat-syaratnya.</p>
<p>3. Manusia tidak boleh melanggar batasan-batasan Allah. Bercabang dari kaidah ini, bahwa tidak boleh berlebih-lebihan dalam agama Allah. Karena itu, Nabi saw mengingkari orang-orang yang salah se-orang dari mereka mengatakan, &#8220;Aku akan berpuasa dan tidak akan berbuka (tidak puasa).&#8221; Yang kedua mengatakan, &#8220;Aku akan bangun malam (untuk shalat) dan tidak akan tidur.&#8221; Sedangkan yang ketiga mengatakan, &#8220;Aku tidak akan menikahi wanita.&#8221; Beliau mengingkari mereka seraya bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="justify">وَأَمَّا أَنَا فَأُصَلِّي وَأَنَامُ وَأَصُوْمُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنيِّ.</p>
<p><em> &#8220;Adapun aku, maka aku shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka (tidak puasa), dan menikahi sejumlah wanita; barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan golonganku.</em>[3]&#8220;</p>
<p>4.	Diharamkan melanggar hal-hal yang diharamkan, berdasarkan sabdaNya, <em>&#8220;Maka jangan melanggarnya.&#8221; </em> Kemudian hal-hal yang diharamkan itu ada dua jenis: <em>Kaba&#8217;ir</em> (dosa-dosa besar) dan <em>shagha&#8217;ir</em> (dosa-dosa kecil). <em>Kaba&#8217;ir</em> tidak diampuni kecuali dengan taubat, sedangkan <em>shagha&#8217;ir</em> dihapuskan dengan shalat, haji, dzikir dan semisalnya.</p>
<p>5. Apa yang didiamkan Allah adalah dimaafkan. Jika kita mengalami kesulitan tentang hukum sesuatu, apakah ia wajib ataukah tidak wajib, sedangkan kita tidak menjumpai dasar kewajibannya, ma-ka ia termasuk perkara yang dimaafkan oleh Allah. Jika kita ragu apakah ini haram atau tidak haram, sedangkan ia pada asalnya tidak haram, maka ini juga termasuk perkara yang dimaafkan oleh Allah.</p>
<p>6. Menafikan kelalaian dari Allah saw. Ini menunjukkan atas kesem-purnaan ilmuNya, dan Allah swt Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia tidak lupa terhadap apa yang diketahuinya, dan ilmuNya tidak didahului oleh kebodohan. Tetapi Dia Maha Mengetahui segala sesuatu sejak azali dan untuk selama-lamanya.</p>
<p>7. Tidak sepatutnya mencari-cari dan bertanya kecuali apa yang dibutuhkan. Ini di masa Nabi saw, karena ini masa tasyri&#8217;, dan dikhawatirkan seseorang bertanya tentang sesuatu yang tidak diwajibkan lalu Allah mewajibkannya karena pertanyaannya, atau tidak diharamkan lalu diharamkan karena pertanyaannya. Karena itu, Nabi a melarang membahasnya, dengan sabdanya, <em>&#8220;Maka jangan membahasnya.&#8221; </em></p>
<p><strong>CATATAN KAKI</strong>:</p>
<p>[1] HR. ad-Daruquthni, 4/ 184; al-Baihaqi dalam <em>al-Kubra</em>, 10/ 12; dan ath-Thabrani dalam <em>al-Kabir</em>, 22/ 222)<br />
[2] Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 7288; dan Muslim, no. 1337<br />
[3]  Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 5063; dan Muslim, no. 1401</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=5&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/02/04/hak-hak-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ahlan</title>
		<link>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/01/31/ahlan/</link>
		<comments>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/01/31/ahlan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 07:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzahrah96</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzahrah96.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[ahlan wa sahlan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=3&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ahlan wa sahlan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuzahrah96.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuzahrah96.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuzahrah96.wordpress.com&amp;blog=6393810&amp;post=3&amp;subd=abuzahrah96&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzahrah96.wordpress.com/2009/01/31/ahlan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5f129db092cfccf345ec32ae16b7701?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuzahrah96</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
